- Ramadhan for Kids
- Ramadhahan For Teens
- Fikih yang Menenangkan
- Mashaadir at Tafsir wa al Hadits (Dirasah fi Sairi Muallfiha ma Manahijihim)
- Seni Budaya Kaligrafi
- Menyibak Dimensi Esoteris Gontor
- SEEDS OF THOUGHT
- Kalah Perang
- Manhaj Dakwah dan Tarbiyah dalam surat Al Kahfi
- MUTIARA KEHDIUPAN DARI HADIS ARBA`IN NAWAWIYAH
EKONOMI ASEAN
Deskripsi Tentang Perekonomian di Negara-negara Asia Tenggara
KATA
PENGANTAR
Buku ini
digunakan sebagai penunjang mata kuliah Ekonomi ASEAN dan pertama kali ada di
Indonesia. Tidak ada satupun buku yang mengupas secara ringkas perkembangan
ekonomi negara negara di Asia tenggara.
Semoga dengan hadirnya buku ini dapat menjadi sumbangsih pemikiran dalam
pengembangan ilmu ekonomi Internasional.
Negara-negara di Asia tenggara pada hakekatnya mempunyai potensi yang
tidak kalah dengan negaranegara di Eropa.
Dalam
sebuah penelitian PwC’s Economics and
Policy mengenai forecast economic growth 2050 menyebutkan bahwa Indonesia akan
melesat menjadi negara ke 4 pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia setelah US melampaui jepang, Rusia dan
UK. Sedangkan Malaysia dan Thailand menduduki rangking ke 23 dan 24. Hal
ini menjadi bukti nyata bagi kita bahwa kesempatan negara negara di Asia
tenggara untuk menjadi negara yang maju perekonomiannya. Dibandingkan dengan negara-negara lain didunia,
letak geografis negara-negara di Asia
tenggara patut diperhitungkan.
Baca Lainnya :
- TARBIYAH DALAM FRAME AL-QUR`AN0
- Tahzib Nufus0
- AKU BUKAN JODOHMU0
- Ayyu Khidmah0
- ANALISIS STRUKTUR DENGAN METODE MATRIKS MENGGUNAKAN MICROSOFT EXCEL DAN SAP0
Lingkup
yang dibahas dalam buku ini meliputi semua hal yang berkenaan dengan
perkembangan ekonomi negar -negara di
Asia tenggara dalam lingkup makro diantaranya negara Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei
Darussalam, Filiphina, Thailand, Vietnam,
Laos, Kamboja, Myanmar dan juga
terdapat pembahasan mengenai
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)
dan Aean Free Trade Area (AFTA).
Semoga
buku ini bisa menjadi sumbangsih pemikiran
tentang
Ekonomi Internasional dalam perspektif Islam yang
belum ada
selama ini.
Andi Triyawan






